Kamis, 15 Mei 2025

Kinerja Positif MBR di Tengah Tantangan Ekonomi, Fokus pada Efisiensi dan Aksesibilitas Produk

Jakarta, 15 Mei 2025 - Di tengah tekanan ekonomi global dan pelemahan daya beli masyarakat, PT Mulia Boga Raya Tbk (MBR) menunjukkan performa yang cukup solid. Pada kuartal pertama 2025, perusahaan mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 9% dan peningkatan laba bersih dua digit. Dalam wawancaranya bersama CNBC Indonesia, Direktur Utama MBR, Dede Patmawidjaja, menyatakan bahwa momen Lebaran dan efisiensi operasional menjadi pendorong utama pencapaian tersebut.

Menurut Dede, lonjakan laba terutama ditopang oleh strategi efisiensi yang diterapkan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan produksi hingga pengelolaan rantai pasok.

“Kami memastikan bahwa keju tetap bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Efisiensi ini dilakukan bukan untuk mengejar profit semata, tapi agar harga tetap terjangkau tanpa mengorbankan kualitas,” ujar Dede.

Meski pertumbuhan penjualan berada sedikit di bawah target, Bapak Dede menyatakan bahwa perusahaan tetap optimistis menyambut kuartal kedua dan seterusnya. Tantangan daya beli masyarakat serta dinamika global seperti perang dagang dan volatilitas kurs menjadi faktor eksternal yang cukup signifikan. Beliau menyoroti pentingnya adaptasi terhadap kondisi ekonomi makro dan menyamakan tantangan ini dengan situasi tak terduga seperti pandemi COVID-19 di masa lalu.

Dari sisi strategi ekspansi, MBR mulai serius menggarap pasar ekspor, khususnya di kawasan ASEAN seperti Filipina. Berbeda dari pendekatan sebelumnya yang bersifat oportunistik, perusahaan kini membangun kemitraan distribusi jangka panjang dengan pelaku lokal di negara tujuan ekspor.

“Rasa keju Indonesia ternyata cukup diterima di luar negeri. Ini peluang yang ingin kami maksimalkan ke depan,” jelasnya.

Dede juga menegaskan bahwa MBR siap berkontribusi dalam program-program pemerintah, seperti makan bergizi gratis untuk anak sekolah. Melalui inisiatif edukatif seperti peringatan Hari Keju Sedunia yang akan kembali digelar di sekolah-sekolah, perusahaan berharap keju bisa menjadi bagian dari konsumsi harian yang bergizi lewat edukasi sejak usia dini.

Ke depan, perusahaan tengah menyiapkan pembangunan pabrik baru yang akan mulai beroperasi pertengahan tahun depan.

“Target kami bukan sekadar capaian tahunan, tetapi bagaimana mewujudkan visi jangka panjang: memasyaratkan keju dan mengkejukan masyarakat,” pungkas Dede.

Simak wawancara full Dede Patmawidjaja (Direktur Utama MBR) pada program Squawk Box CNBC Indonesia di link berikut ini:

https://youtu.be/t3bQvEzns4g