Jakarta, 9 Juli 2025 - Dalam era digital saat ini, distribusi cerdas atau smart distribution menjadi kunci bagi perusahaan FMCG untuk menjangkau pasar secara lebih efisien dan luas. Hal ini ditegaskan oleh Bapak Ruli Tobing, Managing Director PT Sinarniaga Sejahtera (SNS) dalam wawancaranya bersama CNBC Indonesia.
Smart Distribution: Teknologi sebagai Ujung Tombak
SNS sebagai unit distribusi utama Garudafood, mengedepankan konsep smart distribution, strategi distribusi yang mengandalkan teknologi, sistem informasi, dan data dalam mengelola seluruh rantai distribusi secara efisien dan adaptif.
“Distribusi cerdas bukan hanya soal pengiriman barang, tapi bagaimana kami memanfaatkan teknologi untuk mengelola gudang, stok, armada, hingga sistem penjualan dengan efisien,” ujar Bapak Ruli Tobing.
Beberapa sistem yang diandalkan SNS antara lain:
-
SAP untuk manajemen stok dan perencanaan permintaan
-
BOSNET untuk sistem manajemen gudang dan transportasi
-
Sales Assistant Mobile yang menjadi bagian dari Sales Force Automation, membantu para sales dalam menjual produk, promosi, hingga mengatur rute kerja
-
Aplikasi Barang Kulakan yang memungkinkan toko memesan barang secara mandiri

Tantangan Distribusi Nasional di Negara Kepulauan
Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau dan 514 kabupaten/kota menghadirkan tantangan geografis yang kompleks. Biaya logistik dan SDM menjadi faktor krusial dalam menjaga efisiensi distribusi.
SNS menyikapi hal ini dengan strategi cluster distribution, membagi area ke dalam tiga kategori (A, B, dan C) berdasarkan potensi pasar:
-
Cluster A: kota dengan potensi besar, SNS hadir secara penuh dengan depo, armada, dan tim internal,
-
Cluster B & C: kota dengan potensi sedang dan kecil, SNS bekerja sama dengan sub-distributor (partner SNS), berbagi biaya dan infrastruktur.
Saat ini, SNS telah memiliki 300 titik distribusi di seluruh Indonesia, dengan 125 di antaranya dikelola langsung oleh SNS. Distribusi ini menjangkau lebih dari 320 ribu toko secara langsung, sementara produk Garudafood secara keseluruhan tersedia di lebih dari 15 juta toko, termasuk warung tradisional hingga modern market.

Integrasi Sistem dan Big Data: Meningkatkan Efisiensi dan Kecepatan
Transformasi digital telah memberikan dampak signifikan bagi SNS. Sistem integrasi berbasis cloud computing dan big data memungkinkan seluruh proses, dari gudang, penjualan, hingga pelaporan, terhubung dalam satu sistem.
Dengan implementasi ini, waktu yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan dapat dipangkas secara drastis.
“Dulu narik data saja bisa makan waktu berjam-jam, sekarang semua bisa real time. Ini meningkatkan produktivitas tim di lapangan,” Bapak Ruli.
SNS juga mulai memanfaatkan teknologi AI dan machine learning, khususnya dalam analisis tren penjualan dan wilayah, monitoring stok toko melalui foto, serta pengoptimalan rute distribusi.

Menatap 2025: Ekspansi Wilayah dan Inovasi Digital
Memasuki semester kedua tahun 2025, Garudafood melalui SNS masih menunjukkan pertumbuhan positif meski di tengah tekanan daya beli masyarakat dan tantangan cuaca ekstrem yang berdampak pada distribusi.
Salah satu fokus utama SNS ke depan adalah memperluas jangkauan, khususnya di wilayah Indonesia Timur yang selama ini relatif belum tergarap secara maksimal. Namun, perlu strategi yang matang karena tantangan geografis dan biaya operasional yang tinggi.
“Kalau potensi wilayah itu besar dan terukur, kita bisa bangun infrastruktur di sana. Tapi kalau belum cukup kuat, kita akan cari partner yang tepat,” ujar Bapak Ruli.
Selain itu, SNS juga terus mengembangkan aplikasi Barang Kulakan agar semakin banyak toko dapat melakukan pemesanan secara mandiri, menjawab tren digitalisasi yang semakin meningkat.
Strategi distribusi Garudafood melalui SNS menunjukkan bahwa inovasi digital adalah kunci dalam menjawab tantangan distribusi nasional di era modern. Dengan memanfaatkan sistem terintegrasi, data real-time, dan AI, SNS tak hanya menjaga efisiensi, tetapi juga memperkuat daya saing Garudafood di pasar FMCG Indonesia.
"Yang kita fokuskan adalah hal-hal yang bisa kita kendalikan, seperti produktivitas tim, efisiensi sistem, dan pengambilan keputusan berbasis data. Inilah kunci agar kami bisa tetap relevan dan terus bertumbuh," tutup Bapak Ruli Tobing.
Simak wawancara full Bapak Ruli Tobing Managing Director PT Sinarniaga Sejahtera (SNS) pada program Tech A Look CNBC Indonesia di link berikut ini: https://youtu.be/4-ApicexIg0?si=7IQIJKvipQn7KtSi